Berikut ini adalah contoh Jurnal
Penyajian Data Numerik Jumlah Karakter Satus Facebook
Penyajian Data Numerik Jumlah Karakter Satus Facebook
sebagai lanjutan dari Penyajian Distribusi Frekuensi dan Grafik
untuk mata kuliah Statistika dan Probabilitas.
Untuk melihat dan/ mengunduh file klik di sini
========================================================
Penyajian Data Numerik Jumlah Karakter Satus Facebook
Yana Nuryana ( 1306137 )
Program
Studi Teknik Informatika
Sekolah
Tinggi Teknologi Garut
Jl.
Mayor Syamsu No. 1 Jayaraga Garut 44151 Indonesia
Email
: 1306137@sttgarut.ac.id
Abstrak-Makalah
ini akan membahas mengenai cara penyajian data status teman pada Facebook dengan
menggunakan metode penyajian distribusi frekuensi. Data yang disajikan adalah
berupa jumlah karakter dari setiap status Facebook (tidak termasuk angka dan
simbol) yang diambil pada hari Jum’at tanggal 13 Maret 2015 dan hari Sabtu
tanggal 14 Maret 2015 sebanyak 50 status Facebook. Metode distribusi frekuensi
dan grafik ini sangat efektif untuk menyajikan data yang berbeda-beda. Dengan
mengelompokkan data kedalam beberapa kelas dan kemudian dihitung banyaknya
pengamatan yang masuk ke dalam tiap kelas.
Kata Kunci-Data,
frekuensi, grafik, status Facebook
I. PENDAHULUAN
Facebook adalah sesuatu yang sudah tidak
asing lagi bagi manusia pada zaman sekarang ini. Tidak hanya kaum muda-mudi
yang memanfaatkan situs jejaring sosial besutan Mark Zuckerberg ini melainkan tidak
sedikit kaum yang sudah tidak muda pun banyak yang memanfaatkannya baik untuk
hiburan ataupun keperluan lainnya. Tidak sedikit orang yang menggunakan
Facebook hanya untuk hiburan semata dan tidak sedikit pula orang yang
memanfaatkan Facebook sebagai media penelitian.
Penelitian yang memanfaatkan Facebook
sebagai media sosial akan mengumpulkan data dari pengguna Facebook. Sebagai
contoh penelitian penulis di sini adalah pengumpulan data jumlah karakter
status Facebook teman menggunakan metode distribusi frekuensi dan grafik.
Metode distribusi frekuensi adalah cabang ilmu dari Statistik dan Probabilitas,
di mana metode ini akan mengelompokkan data ke dalam beberapa kelas, sehingga
akan mendapatkan hasil kesimpulan dari pengelompokan tersebut.
II.
LANDASAN TEORI
A. Data
Data adalah catatan atas
kumpulan fakta. Data merupakan bentuk
jamak dari datum, berasal dari bahasa Latin yang berarti
"sesuatu yang diberikan". Dalam penggunaan sehari-hari data berarti
suatu pernyataan yang diterima secara apa adanya. Pernyataan ini adalah hasil
pengukuran atau pengamatan suatu variabel yang bentuknya dapat
berupa angka, kata-kata, atau citra [1].
III. HASIL DAN
PEMBAHASAN
Dalam hal ini penulis menerapkan metode
penyajian data numerik pada penyajian data jumlah karakter status Facebook. Data
diambil dari 50 status Facebook teman pada hari Jumat tanggal 13 Maret 2015 dan
hari Sabtu tanggal 14 Maret 2015.
===(Data dianbil dari Jurnal Distribusi Frekuensi dan Grafik, klik di sini )===
Berikut ini adalah pembahasan dari hasil
penyajian data jumlah karakter status Facebook
Penyajian Distribusi Frekuensi :
1. Menentukan
jangkauan (range) dari data (R).
Jangkauan = data terbesar – data
terkecil.
R = 105 – 3
R
= 102
2. Menentukan
banyaknya kelas (K).
K
= 2k > n , n : banyaknya data.
K
= 26 > 50 , 64 > 50.
K = 6
3. Menentukan
panjang interval kelas.
Panjang
interval kelas (i) = Jangkauan (R) / Jumlah Kelas (K)
i
= 102/6
i
= 17
4. Menentukan batas bawah kelas pertama.
Terpi
bawah
|
Tepi
atas
|
Batas
bawah
|
Batas
atas
|
Frekuensi
|
|
3
|
19
|
2,5
|
19,5
|
11
|
11
|
20
|
36
|
19,5
|
36,5
|
20
|
31
|
37
|
53
|
36,5
|
53,5
|
9
|
40
|
54
|
70
|
53,5
|
70,5
|
5
|
45
|
71
|
87
|
70,5
|
87,5
|
4
|
49
|
88
|
105
|
87,5
|
105,5
|
1
|
50
|
Statistik
Ukuran Pusat
MEAN
Mean = jumlah nilai data pengamatan / banyaknya data anggota
sampel.
Mean = 1749/50
Mean = 34,98
MEDIAN
Menentukan nilai
Median dengan rumus :
Keterangan
:
L : Batas bawah kelas frekuensi yang mengandung median
i : interval
kelas/lebar kelas
n : banyaknya
data
F : frekuensi kumulatif sebelum kelas yang mengandung
median
f : frekuensi
kelas yang mengandung median
Penghitungan:
L : banyak data anggota sampel / 2.
50 / 2 = 25
Nilai
Frekuensi berjumlah 25 terdapat pada baris ke 2 dengan jumlah 31 dari batas
bawah 19,5.
L : 19,5
i : 17
n : 50
F : 11
f : 20
Median
= L + i (n/2 – F)
f
Median
= 19,5 + 17 (50/2 – 11)
20
Median
= 19,5 + 17 (25 – 11)
20
Median
= 19,5 + 17 (14)
20
Median
= 19,5 + 17 * 0,7
Median
= 19,5 + 11,9
Median
= 31,4
MODUS
Menentukan nilai
Modus dengan rumus :
Keterangan
:
L : batas
bawah kelas yang mengandung modus
i : interval
kelas/lebar kelas
d1 : selisih frekuensi kelas yang mengandung modus dengan
kelas sebelumnya
d2 : selisih frekuensi kelas yang mengandung modus dengan
kelas sesudahnya
Perhitungan
:
L : 19,5
i : 17
d1 : 20 – 11 = 9
d2 : 20 –
9 = 11
Modus
= L + i ( d1 )
d1+d2
Modus
= 19,5 + 17 ( 9 )
9+11
Modus
= 19,5 + 17 (9)
20
Modus
= 19,5 + 17 * 0,45
Modus
= 19,5 + 7,65
Ukuran Letak
KUARTIL
Menentukan nilai Kuartil dengan rumus:
Keterangan
:
Qk = kuartil ke-k, dimana
k=1, 2 atau 3
n =
banyaknya data sampel
i =
interval kelas/lebar kelas
L = batas
bawah kelas yang mengandung kuartil ke-k
F = frekuensi kumulatif sebelum kelas yang mengandung
kuartil ke-k
f = frekuensi kelas yang mengandung kuartil ke-k
Perhitungan
:
n : 50
i : 17
L : 19,5
F : 11
f : 20
k : 1, 2, 3
k
= 1 >
Q1 = L + i (k.n/4-F)
f
Q1 = 19,5 + 17 (1.50/4-11)
20
Q1 = 19,5 + 17 (50/4-11)
20
Q1 = 19,5 + 17 (12.5-11)
20
Q1 = 19,5 + 17 (1,5)
20
Q1 = 19,5 + 17 * 0,075
Q1 = 19,5 + 1,275
Q1 = 20,775
k
= 2 >
Q2 = L + i (k.n/4-F)
f
Q2 = 19,5 + 17 (2.50/4-11)
20
Q2 = 19,5 + 17 (100/4-11)
20
Q2 = 19,5 + 17 (25-11)
20
Q2 = 19,5 + 17 (14)
20
Q2 = 19,5 + 17 * 0,7
Q2 = 19,5 + 11,9
Q2 = 31,4
k
= 3 >
Q3 = L + i (k.n/4-F)
f
Q3 = 19,5 + 17 (3.50/4-11)
20
Q3 = 19,5 + 17 (150/4-11)
20
Q3 = 19,5 + 17 (37.5-11)
20
Q3 = 19,5 + 17 (26,5)
20
Q3 = 19,5 + 17 * 1,325
Q3 = 19,5 + 22,525
Q3 = 42,025
DESIL
Menghitung nilai
Desil dengan rumus :
============================
Jurnal lebih lengkap dapat dilihat di sini
0 komentar:
Posting Komentar